Sistem Informasi Akademik UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

NIM
: 10210105
Nama  Mahasiswa
: MASDUQI
Prodi  
: KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM








Jadwal Kuliah Tahun Akademik : 2011 - 1
Nama Matakuliah
SKS
Jadwal Perkuliahan
Nama Dosen Pengampu
Mhs
Periklanan B
3
SEL 07:30-10:00 R: 407 | - R:
ELIS ZULIATI ANIS, MA
40
Tafsir I A
3
SEL 13:00-15:30 R: 305 | - R:
ANISAH INDRIATI, Dra. M.Si.
28
Fiqih D
3
SEL 10:15-12:45 R: 405 | - R:
ARIF MAFTUHIN, M.Ag, MA
33
Manajemen Siaran C
2
RAB 07:30-09:10 R: 305 | - R:
SUDARYONO, S.Ag
39
Public Relation C
2
KAM 09:20-11:00 R: 310 | - R:
MUHAMMAD SAHLAN, Drs., M.Si.
32
Hadits I D
3
KAM 13:00-15:30 R: 409 | - R:
M. FAJRUL MUNAWWIR, M.Ag.
34
Produksi Acara Radio B
2
KAM 07:30-09:10 R: 304 | - R:
RISTIANA KADARSIH, S.Sos.,M.A.
34
Sistem Sosial Indonesia A
2
JUM 09:20-11:00 R: 304 | - R:
KHOIRO UMMATIN, S.Ag., MSi.
25
Teori Komunikasi E
2
SAB 07:30-09:10 R: 404 | - R:
H.M. KHOLILI, Drs., M.Si.
35
Retorika Dakwah C
2
SAB 07:30-09:10 R: 406 | - R:
ABDULLAH, Drs. M.Si.
35

filsafat : SEKlLAS PANDANG TENTANG ALlRAN FILSAFAT MODERN


SEKlLAS PANDANG TENTANG ALlRAN FILSAFAT MODERN

Dra.Erika Revida

Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik
Universitas Sumatera Utara

SEKlLAS PANDANG TENTANG ALlRAN FILSAFAT MODERN

I. IDEALISME
a. Pengertian Pokok.
Idealisme adalah suatu ajaran/faham atau aliran yang menganggap bahwa
realitas ini terdiri atas roh-roh (sukma) atau jiwa. ide-ide dan pikiran atau yang
sejenis dengan i tu.

b. Perkembangan Idealisme.
Aliran ini merupakan aliran yang sangat penting dalam perkembangan
sejarah pikiran manusia. Mula-mula dalam filsafat Barat kita temui dalam bentuk
ajaran yang murni dari Plato. yang menyatakan bahwa alam, cita-cita itu adalah
yang merupakan kenyataan sebenarnya. Adapun alam nyata yang menempati ruang
ini hanyalah berupa bayangan saja dari alam idea itu.
Aristoteles memberikan sifat kerohanian dengan ajarannya yang
menggambarkan alam ide sebagai sesuatu tenaga (entelechie) yang berada dalam
benda-benda dan menjalankan pengaruhnya dari benda itu. Sebenarnya dapat
dikatakan sepanjang masa tidak pernah faham idealisme hilang sarna sekali. Di
masa abad pertengahan malahan satu-satunya pendapat yang disepakati oleh
semua ahli pikir adalah dasar idealisme ini.
Pada jaman Aufklarung ulama-ulama filsafat yang mengakui aliran serba dua
seperti Descartes dan Spinoza yang mengenal dua pokok yang bersifat kerohanian
dan kebendaan maupun keduanya mengakui bahwa unsur kerohanian lebih penting
daripada kebendaan.
Selain itu, segenap kaum agama sekaligus dapat digolongkan kepada
penganut Idealisme yang paling setia sepanjang masa, walaupun mereka tidak
memiliki dalil-dalil filsafat yang mendalam. Puncak jaman Idealiasme pada masa
abad ke-18 dan 19 ketika periode Idealisme. Jerman sedang besar sekali
pengaruhnya di Eropah.

C. Tokoh-tokohnya.
1. Plato (477 -347 Sb.M)
2. B. Spinoza (1632 -1677)
3. Liebniz (1685 -1753)
4. Berkeley (1685 -1753)
5. Immanuel Kant (1724 -1881)
6. J. Fichte (1762 -1814)
7. F. Schelling (1755 -1854)
8. G. Hegel (1770 -1831)

II. MATERIALISME
a. Pengertian Pokok.
Materialisme merupakan faham atau aliran yang menganggap bahwa dunia
ini tidak ada selain materi atau nature (alam) dan dunia fisik adalah satu.

 
© 2003 Digited by USU Digital Library  2
b. Perkembangan Materialisme.
Pada abad pertama masehi faham Materialisme tidak mendapat tanggapan
yang serius, bahkan pada abad pertengahan, orang menganggap asing terhadap
faham Materialisme ini. Baru pada jaman Aufklarung (pencerahan), Materialisme
mendapat tanggapan dan penganut yang penting di Eropah Barat.
Pada abad ke-19 pertengahan, aliran Materialisme tumbuh subur di Barat.
Faktir yang menyebabkannya adalah bahwa orang merasa dengan faham
Materialisme mempunyai harapan-harapan yang besar atas hasil-hasil ilmu
pengetahuan alam. Selain itu, faham Materialisme ini praktis tidak memerlukan dalil-
dalil yang muluk-muluk dan abstrak, juga teorinya jelas berpegang pada kenyataan-
kenyataan yang jelas dan mudah dimengerti.
Kemajuan aliran ini mendapat tantangan yang keras dan hebat dari kaum
agama dimana-mana. Hal ini disebabkan bahwa faham Materialisme ini pada abad
ke-19 tidak mengakui adanya Tuhan (atheis) yang sudah diyakini mengatur budi
masyarakat. Pada masa ini, kritikpun muncul di kalangan ulama-ulama barat yang
menentang Materialisme.
Adapun kritik yang dilontarkan adalah sebagai berikut :
1. Materialisme menyatakan bahwa alam wujud ini terjadi dengan sendirinya dari
khaos (kacau balau). Padahal kata Hegel. kacau balau yang mengatur bukan lagi
kacau balau namanya.
2. Materialisme menerangkan bahwa segala peristiwa diatur oleh hukum alam.
padahal pada hakekatnya hukum alam ini adalah perbuatan rohani juga.
3. Materialisme mendasarkan segala kejadian dunia dan kehidupan pada asal benda
itu sendiri. padahal dalil itu menunjukkan adanya sumber dari luar alam itu
sendiri yaitu Tuhan.
4. Materialisme tidak sanggup menerangkan suatu kejadian rohani yang paling
mendasar sekalipun.

c. Tokoh-tokohnya.
1. Anaximenes ( 585 -528)
2. Anaximandros ( 610 -545 SM)
3. Thales ( 625 -545 SM)
4. Demokritos (kl.460 -545 SM)
5. Thomas Hobbes ( 1588 -1679)
6. Lamettrie (1709 -1715)
7. Feuerbach (1804 -1877)
8. H. Spencer (1820 -1903)
9. Karl Marx (1818 -1883)

III. DUALISME
a. Pengertian Pokok.
Dualisme adalah ajaran atau aliran/faham yang memandang alam ini terdiri
atas dua macam hakekat yaitu hakekat materi dan hakekat rohani. Kedua macam
hakekat itu masing-masing bebas berdiri sendiri, sama azazi dan abadi.
Perhubungan antara keduanya itu menciptakan kehidupan dalam alam Contoh yang
paling jelas tentang adanya kerja sama kedua hakekat ini adalah terdapat dalam diri
manusia.

b. Tokoh-tokohnya.
1. Plato (427 -347 Sb.H)
2. Aristoteles (384 -322 Sb.H)
3. Descartes (1596 -1650)
4. Fechner (1802 -1887) 
© 2003 Digited by USU Digital Library  3
5. Arnold Gealinex
6 .Leukippos
7. Anaxagoras
8. Hc. Daugall
9. A. Schopenhauer (1788 -1860)

IV. EMPIRISME
a. Pengertian Pokok
Empirisme berasal dari kata Yunani yaitu "empiris" yang berarti pengalaman
inderawi. Oleh karena itu empirisme dinisbatkan kepada faham yang memilih
pengalaman sebagai sumber utama pengenalanan  dan yang dimaksudkan
dengannya adalah baik pengalaman lahiriah yang menyangkut dunia maupun
pengalaman batiniah yang menyangkut pribadi manusia. Pada dasarnya Empirisme
sangat bertentangan dengan Rasionalisme. Rasionalisme mengatakan bahwa
pengenalan yang sejati berasal dari ratio, sehingga pengenalan inderawi merupakan
suatu bentuk pengenalan yang kabur. sebaliknya Empirisme berpendapat bahwa
pengetahuan berasal dari pengalaman sehingga pengenalan inderawi merupakan
pengenalan yang paling jelas dan sempurna.
Seorang yang beraliran Empirisme biasanya berpendirian bahwa pengetahuan
didapat melalui penampungan yang secara pasip menerima hasil-hasil penginderaan
tersebut. Ini berarti semua pengetahuan betapapun rumitnya dapat dilacak kembali
dan apa yang tidak dapat bukanlah ilmu pengetahuan. Empirisme radikal
berpendirian bahwa semua pengetahuan dapat dilacak sampai kepada pengalaman
inderawi dan apa yang tidak dapat dilacak bukan pengetahuan. Lebih lanjut
penganut Empirisme mengatakan bahwa pengalaman tidak lain akibat suatu objek
yang merangsang alat-alat inderawi, kemudian di dalam otal dipahami dan akibat
dari rangsangan tersebut dibentuklah tanggapan-tanggapan mengenai objek yang
telah merangsang alat-alat inderawi tersebut.
Empirisme memegang peranan yang amat penting bagi pengetahuan, malah
barangkali merupakan satu-satunya sumber dan dasar ilmu pengetahuan menurut
penganut Empirisme. Pengalaman inderawi sering dianggap sebagai pengadilan yang
tertinggi.

b. Tokoh-tokohnya.
1. Francis Bacon (1210 -1292)
2. Thomas Hobbes ( 1588 -1679)
3. John Locke ( 1632 -1704)
4. George Berkeley ( 1665 -1753)
5. David Hume ( 1711 -1776)
6. Roger Bacon ( 1214 -1294)

V. RASIONALISME. 
a. Pengertian Pokok.
Rasionalisme adalah merupakan faham atau aliran atau ajaran yang
berdasarkan ratio, ide-ide yang masuk akal.Selain itu, tidak ada sumber kebenaran
yang hakiki.
Zaman Rasionalisme berlangsung dari pertengahan abad ke XVII sampai
akhir abad ke XVIII. Pada zaman ini hal yang khas bagi ilmu pengetahuan adalah
penggunaan yang eksklusif daya akal budi (ratio) untuk menemukan kebenaran.
Ternyata, penggunaan akal budi yang demikian tidak sia-sia, melihat tambahan ilmu
pengetahuan yang besar sekali akibat perkembangan yang pesat dari ilmu-ilmu
alam. Maka tidak mengherankan bahwa pada abad-abad berikut orang-orang yang
terpelajar Makin percaya pada akal budi mereka sebagai sumber kebenaran tentang 
© 2003 Digited by USU Digital Library  4
hidup dan dunia. Hal ini menjadi menampak lagi pada bagian kedua abad ke XVII
dan lebih lagi selama abad XVIII antara lain karena pandangan baru terhadap dunia
yang diberikan oleh Isaac Newton (1643 -1727). Berkat sarjana geniaal Fisika
Inggeris ini yaitu menurutnya Fisika itu terdiri dari bagian-bagian kevil (atom) yang
berhubungan satu sama lain menurut hukum sebab akibat. Semua gejala alam harus
diterangkan menurut jalan mekanis ini. Harus diakui bahwa Newton sendiri memiliki
suatu keinsyafan yang mendalam tentang batas akal budi dalam mengejar
kebenaran melalui ilmu pengetahuan. Berdasarkan kepercayaan yang makin kuat
akan kekuasaan akal budi lama kelamaan orang-orang abad itu berpandangan dalam
kegelapan. Baru dalam abad mereka menaikkan obor terang yang menciptakan
manusia dan masyarakat modern yang telah dirindukan, karena kepercayaan itu
pada abad XVIII disebut juga zaman Aufklarung (pencerahan).

b. Tokoh-tokohnya
1. Rene Descartes (1596 -1650)
2. Nicholas Malerbranche (1638 -1775)
3. B. De Spinoza (1632 -1677 M)
4. G.W.Leibniz (1946-1716)
5. Christian Wolff (1679 -1754)
6. Blaise Pascal (1623 -1662 M)

VI.FENOMENALISME
a. Pengertian Pokok.
Secara harfiah Fenomenalisme adalah aliran atau faham yang menganggap
bahwa Fenomenalisme (gejala) adalah sumber pengetahuan dan kebenaran.
Seorang Fenomenalisme suka melihat gejala. Dia berbeda dengan seorang ahli ilmu
positif yang mengumpulkan data, mencari korelasi dan fungsi, serta membuat
hukum-hukum dan teori. Fenomenalisme bergerak di bidang yang pasti. Hal yang
menampakkan dirinya dilukiskan tanpa meninggalkan bidang evidensi yang
langsung. Fenomenalisme adalah suatu metode pemikiran, "a way of looking at
things". 
Gejala adalah aktivitas, misalnya gejala gedung putih adalah gejala
akomodasi, konvergensi, dan fiksasi dari mata orang yang melihat gedung itu, di
tambah aktivitas lain yang perlu supaya gejala itu muncul. Fenomenalisme adalah
tambahan pada pendapat Brentano bahwa subjek dan objek menjadi satu secara
dialektis. Tidak mungkin ada hal yang melihat. Inti dari Fenomenalisme adalah tesis
dari "intensionalisme" yaitu hal yang disebut konstitusi.
Menurut Intensionalisme (Brentano) manusia menampakkan dirinya sebagai
hal yang transenden, sintesa dari objek dan subjek. Manusia sebagai entre au
monde (mengada pada alam) menjadi satu dengan alam itu. Manusia mengkonstitusi
alamnya. Untuk melihat sesuatu hal, saya harus mengkonversikan mata,
mengakomodasikan lensa, dan mengfiksasikan hal yang mau dilihat. Anak yang baru
lahir belum bisa melakukan sesuatu hal, sehingga benda dibawa ke mulutnya.

b. Tokoh-tokohnya.
1. Edmund Husserl (1859 -1938)
2. Max Scheler (1874 -1928)
3. Hartman (1882 -1950)
4. Martin Heidegger (1889 -1976)
5. Maurice Merleau-Ponty (1908 -1961)
6. Jean Paul Sartre (1905 -1980)
7. Soren Kierkegaard (1813 -1855)
 
© 2003 Digited by USU Digital Library  5
VII. INTUSIONALISME
a. Pengertian Pokok.
Intusionalisme adalah suatu aliran atau faham yang menganggap bahwa
intuisi (naluri/perasaan) adalah sumber pengetahuan dan kebenaran. Intuisi
termasuk salah satu kegiatan berfikir yang tidak didasarkan pada penalaran. Jadi
Intuisi adalah non-analitik dan tidak didasarkan atau suatu pola berfikir tertentu dan
sering bercampur aduk dengan perasaan.

b. Tokoh-tokohnya.
1. Plotinos (205 -270)
2. Henri Bergson (1859 -1994)

DAFTAR PUSTAKA
Beering, RF. 1966. Filsafat Dewasa ini. Jakarta. Penerbit Balai Pustaka.
Bertans, 1989. Sejarah Filsafat Yunani. Yogyakarta. Kanisius.
Brower, MAW. 1984. Psikologi Fenomenologi. Jakarta. Penerbit Gramedia.
--------,1986. Sejarah Filsafat Modern dan Sejaman. Bandung. Penerbit Alumni.
Kattsoff, Louis O. 1989. Pengantar Filsafat. Yogyakarta. Penerbit Bayu Indera.
Poedjiadi, Anna. 1987.  Sejarah dan Filsafat Sains. Bandung. Penerbit
Cendrawasih.
Poedjawijatma. 1980. Pembimbing Ke arab Alam Filsafat. Jakarta. Pembangunan 
Pranarya, AMW. 1987. Epistemologi Dasar : Suatu Pengantar. Jakarta. CSIS.
Pradja, Juhaya S. 1987.  Aliran-aliran Filsafat Dari Rasionalisme Hingga
Sekularisme. Bandung. Alva Gracia.
Slamet Iman Santoso R.1977.  Sejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan.
Jakarta. Sinar Hudaya.
Baker, Anton. 1984. Metode-metode Filsafat. Jakarta. Ghalia Indonesia.

FILSAFAT UMUM



FILSAFAT UMUM

I. PENGERTIAN FILSAFAT

1. Arti Istilah dan Rumusan Filsafat

Istilah filsafat bisa dilacak etimologinya dari istilah Arab falsafah, atau bahasa Inggris Philosophy yang berasal dari bahasa Yunani, Philosophia yang terbentuk dari dua akar kata : philen (mencintai) dan sophos (bijaksana), atau juga philos (teman) dan Sophia (kebijaksanaan). Jadi filsafat adalah cinta akan kebijaksanaan.
Secara terminologis, penulis menggunakan definisi filsafat sebagai berikut :
Filsafat adalah kegiatan / hasil pemikiran / perenungan yang menyelidiki sekaligus mendasari segala sesuatu yang berfokus pada makna di balik kenyataan/ teori yang ada untuk disusun dalam sebuah system pengetahuan rasional.

2. Objek Studi dan Metode Filsafat

Objek material filsafat adalah segala sesuatu yang ada. “Ada” itu sendiri dapat dipilah dalam tiga kategori : tipikal/ sungguh-sungguh ada dalam kenyataan, ada dalam kemungkinan, ada dalam pikiran atau konsep.

3. Bidang Kajian Filsafat
a. Ontologi,
b. Epistimologi,
c. Aksiologi

II. CIRI-CIRI FILSAFAT

1. Kedudukan akal tinggi di dalamnya, sehingga mereka tidak mau tunduk kepada arti harfiah dari teks wahyu yang tidak sejalan dengan pemikiran filosofis dan ilmiah. Mereka tinggalkan arti harfiah teks dan ambil arti majazinya, dengan lain kata mereka tinggalkan arti tersurat dari nash wahyu dan mengambil arti tersiratnya. Mereka dikenal banyak memakai ta'wil dalam memahami wahyu.Karena itu aliran ini menganut faham qadariah, yang di Barat dikenal dengan istilah free-will and free-act, yang membawa kepada konsep manusia yang penuh dinamika, baik dalam perbuatan maupun pemikiran.

2.Pemikiran filosofis mereka membawa kepada penekanan konsep Tuhan Yang Maha Adil. Maka keadilan Tuhanlah yang menjadi titik tolak pemikiran teologi mereka. Keadilan Tuhan
membawa mereka selanjutnya kepada keyakinan adanya hukumal am ciptaan Tuhan, dalam al-Qur'an disebut Sunnatullah, yang mengatur perjalanan apa yang ada di alam ini. Alam ini berjalan menurut peraturan tertentu, dan peraturan itu perlu dicari untuk kepentingan hidup manusia di dunia ini.

III. CABANG-CABANG FILSAFAT

a. Metafisika studi tentanag sifat yang terdalam dari kenyataan / keberadaan. Persoalan-
persoalan metafisis dibedakan menjadi tiga yaitu persoalan ontologism,
persoalan kosmologis, dan persoalan antropologis.

b. Epistemologi
Berarti ilmu tentang pengetahuan, mempelajari asala muasal / sumber, struktur, metode, dan validitas pengetahuan, yang kesemuanya bisa dikembalikan untuk menjawab pertanyaan : “Apa yang dapat saya ketahui?”.

c. Logika
Berarti ilmu, kecakapan, alat untuk berpikir secara lurus.

d. Etika (Filsafat Moral)
Objek material etika adalah perbuatan atau perilaku manusia secara sadar dan bebas.

e. Estetika (Filsafat Keindahan)
Merupakan kajian filsafat tentang keindahan.

11Jujun S, Surisumantri, Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer, Pustaka sinar Harapan, Jakarta, 1996.

   1. Beberapa pandangan dlm Filsafat
          * Idealisme: Plato realitas yang fundamental adalah ide atau idea. Realitas yg tampak oleh indera manusia adalah bayangan dari ide. Berarti dibelakang alam empiris atau alam fenomena yg kita hayati terdpt alam ideal atau alam esensi.
          * Bagi klp ideal manusia merupakan bagian dari proses alam, yg juga bersifat spiritual karena memiliki akal, jiwa, budi dan nurani
   2.
          * 2. Humanisme. Abad ke 5-14, tujuan pendidikan utk mencapai kebahagiaan hidup abadi dan mengatasi kebutuhan duniawi.
          * Abad 15, masa kebangkitan kembali atau renaissance timbul pandangan humanisme yg didukung berbagai penemuan mis. Mesin cetak
          * Humanisme memiliki dua arah
          * Humanisme individu mengutamakan kemerdekaan berpikir, berpendapat. Kemampuan ini disalurkan melalui kesenian, musik, teknologi, penguasaan ttg kealaman.
          * Humanisme Sosial mengutamakan pendidikan bagi masyarakat dan kesejahteraan sosial dan perbaikan hub antarmanusia
   3.
          * 3. Rasionalisme. Satu-satunya sumber pengetahuan yg dapat dipercaya adalah rasio (akal) seseorg.
          * John Locle (1662-1704) tokoh filsafat dan pendidik dgn pandangannya tabula rasa artinya bahwa setiap insan diciptakan sama, sebagai kertas kosong, berarti memberikan pendidikan untuk pandai tugas utama penddkan formal
          * JJ. Rousseau (1717-1778), seorg anak hrs dididik sesuai dgn kemampuannya atau kesiapan menerima penddidikan
   4.
          * 4. Empirisme: kenyataan yg tdk dibuktikan melalui pengalaman adalah tanpa arti. Ilmu hrs dpt diuji melalui pengalaman
          * Francis Bacon (1561-1626) menyarankan agar penemuan-penemuan dilakukan dg metode induksi. Ilmu akan berkembang melalui pengamatan serta menyusun fakta sebagai hasil eksperimen
          * John Locle: akal tdk melahirkan pengetahuan dgn sendirinya. Pengalaman merupakan sumber pengetahuan
          * gagasan atau ide yg timbul dari pengalaman lahiriah dan pengalaman batin (refleksi) merupakan sumber gagasan (ide) tunggal. Gagasan tunggal ini menjadi gagasan majemuk shg menimbulkan pengetahuan yg beraneka ragam
   5.
          * 5. Kritisisme
          * Immanuel kant (1724-1804) menjebatani pandangan rasionalisme dan empirisme dan disebut kritisisme.
   6.
          * 6 . Konstruktivisme
          * Giambattista Voco (1710), pengetahuan seseorg marupakan hasil konstruksi individu, melalui interaksi dgn objek, penomena, pengalaman dan lingkungannya.
          * Jean Piaget : pengetahuan tdk diperoleh secara pasif seseorg. Pengetahuan dibangun secara aktif oleh individu sendiri melalui berbagai jalur: membaca, mendengarkan bertanya, menelusuri dan melakukan eksperimen terhdp lingkungannya.

filsafat : " CORAK PEMIKIRAN ABAD KONTEMPORER "



CORAK PEMIKIRAN ABAD KONTEMPORER

NO
ALIRAN
TAHUN
TOKOH DAN POKOK PIKIRAN
1
Filsafat analitik
1889 – 1951
Tokoh : Ludwig Josef Johan W
Pemikirannya tentang pentingnya bahasa. Ia mencita – citakan suatu bahasa yang ideal,  lengkap, formal dan dapat memberikan kemungkinan bagi penyelesaian masalah – masalah kefilsafatan. Filsafat ini membahas analitis bahasa dan analitis konsep – konsep. 
2
Filsafat struktualisme
1901
Tokoh : J.Lacan
Pemikirannya tentang filsafat bahasa. Bahasa menurutnya terdiri dari sejumlah termin yang ditentukan oleh posisi – posisinya satu terhadap yang lain. Termin tersebut digabungkan dengan  aturan gramatika dan sintaksis
3
Postmodernisme
1917
Tokoh : Rudoplh panwitz
Menurutnya terdapat tiga jalur wacana :
a.       Wacana kritis terhadap estetika modern
b.      Wacana kritis terhadap arsiktektur modern
c.       Wacana kritis terhadap filsafat modern
4
Neo – Thomisme
Pertengahan abad ke 19
Tokoh : Thomas Aquinas
Paham yang menganggap bahwa :
a.       ajaran yang sudah thomas sudah sempurna. Tugas kita adalah memberikan tafsir esuai dengan keadaan zaman
b.      ajaran thomas telah sempurna. Tetapi masih terdapat hal – hal yang harus dibahas. Oleh karena itu, sekarang kita perlu mengadakan penyesuaian denagn ilmu pengetahuan
c.       ajaran Thomas harus diikuti. Akan tetapi, tidak boleh beranggapan bahwa ajarannya betul – betul sempurna
5

Neo – Marxisme
1918 – 1990
Tokoh : Louis Aithuser
Paham yang menganggap bahwa :
a.       ideologi sebagai sesuatu yang relatif otonom dari basis ekonomi yang bekerja dengan caranya sendiri, semamtera dilain pihak masih memberi tempat bagi determinisme ekonomi
b.      supraksturtur ideologi bukan hanya sekedar representasi dari esensi ekonomi tapi, dapat dilhat sebagai otonomi terhadap basis ekonomi dan memiliki kapasitas untu mempengaruhinya
6
Fenomenologi
1859 – 1938
Tokoh : Edmund Husserl
Realitas sendiri yang nampak, tidak ada selubung atau tirai yang memisahkan sebyek dengan realitas, realtas itu sendiri yang tampak bagi subyek
7
Eksistensialisme
1905 – 1980
Tokoh : Jean paul Sarte
Ia membedakan rasio dialektis dengan rasio analitis. Rasio analitis dijalankan dalam ilmu pengetahuan. Rasio dialektis harus digunakan jika kita berfikir tentang manusia, sejarah dan kehidupan sosial
8
Stuktualisme
1926 – 1984 
Tokoh : Michael Foucalt
Pemikiran :
a.       manusia tidak lagi merupakan titik pusat yang otonom, manusia tidak lagi menciptakan sisitem melaikan takluk pada sistem
b.      manusia akan kehilangan tempatnya dalam bidang pengetahuan dan dalam struktur seluruhnya.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           









Komentar :
Peran filsafat yang terpenting dalam abad 21 adalah peran untuk mengembangkan pendekatan interdisipliner. Filsafat sebagai “Ibu” ilmu pengetahuan diharapkan dapat kembali mengarahkan “anak-cucunya” sebagai “mitra dialog” dalam menyeleaikan persoslan – persoalan aktual masa kini dan masa datang yang semakin kompleks ruang lingkupnya. Menurut kami, pemikiran filsafat pada abad kontemprer mayoritas mengkritisi, memperbaiki, dan menyempurnakan pemikiran – pemikiran filsafat pada abad sebelumnya. 
Referensi :
Bertens, K. 1990. Filsafat Barat Abad XX. Jakarta : Gramedia
Bleicher, Josef. 2007. Hermeneutika Kontemporer. Yogyakarta : Fajar Pustaka
Delfgaauw, Bernard. 2001. Filsafat Abad 20. Yogyakarta : Tiara Wacana
Adian, Donny Gahral. 2006. Perak Pemikiran Kontemporer. Yogyakarta : Jalasutra
Rizal,dkk. 2009. Filsafat Umum. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

















CORAK PEMIKIRAN ABAD KONTEMPORER
Makalah Ini Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Filsafat Umum
Dosen Pengampu : Andy Dermawan





Disusun Oleh :
Mustolikh                                            (10210101)
Rizal Mahri                                          (10210102)
Khoirunnisa Alva S                           (10210106)
Nur Faizah                                           (10210124)
Inne wahyu ambar siwi                                 (08210058)
Asih kurnia fajar sari                       (08210019)
Arif Rahman                                       (08210029)
Kadir                                                      (07210045)

PROGRAM STUDI KONUMIKASI DAN PENYIARAN ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
2010











Populer